Rabu, 12 Juni 2013

Senja

H-3 ujian. otakku mulai terasa penat. sensasi yang menjengkelkan. bukan seperti ujian yang sesungguhnya, rasanya. aku butuh sedikit hiburan.

aku keluar. duduk di teras rumahku.melihat langit senja yang menyungguhkan gambaran abstrak. aku melihatnya, 1 detik.2 detik. rasanya itu sama sekali tidak menghibur. biasa saja, pikirku. lantas, kenapa semua orang mengagumi langit senja? aku tak cukup paham-bagaimana campuran warna aneh itu bisa membuat orang-orang terkagum-kagum dan terpesona? aku lebih menyukai awan-awan cumulus beserta langitnya yang biru di pagi hari. mereka mmemberikan lebih banyak kekuatan dibandingkan langit senja yang kurasa kelam.

kurasa aku butuh sedikit keajaiban

kututup mataku perlahan. kuhirup udara perlahan, kuhembuskan. "Tuhan. aku butuh keajaibanMu.berikanlah aku sebuah pemandangan indah yang dapat membuatku melupakan sedikit saja kegelisahanku ini. tolong, tunjukkan keajaiban yang kau tunjukkan kepada hamba-hambamu yang lain." lalu kubuka mataku. kulihat langit-langit itu. masih tampak biasa-biasa saja,aku kembali memprotes. ini cukup menyebalkan. ayo senja, tunjukkan sesuatu kepadaku!

lalu aku mulai melihat awan menutupi matahari. sebesar apapun awan yang menutupi matahari itu tetap saja tidak mampu menutupi kehebatan sinar matahari. sinar matahari tetap tampak di sela-sela awan. cahaya berwarna oranye yang membentuk garis lurus di langit. lalu burung-burung tampak berterbangan berkelompok, seperti akan pulang kembali ke sarangnya.

aku lihat langit itu. pemandangan yang cukup hebat. lalu, seperti ada yang memukul kepalaku. aku tersadar. ini ciptaan tuhan. aku baru melihat keindahan dari senja ini. rasanya otakku dialiri air-air sejuk, ntah dari mana. otakku akhirnya berfikir jernih lagi.

lalu aku teringat, aku harus belajar lagi

Postingan bersama SBC-Smantig Blogger Club
bagi siswa-siswi/alumni sma negeri 3 medan yang mempunyai blog dan ingin bergabung di komunitas ini, bisa hubungi saya (Ulfah/X-13) ,indah/X-8, atau Sugita/X13. temannya yang punya blog bisa diberi tahu juga. makasih ^^
Penasaran? Lanjut.. »»  

setelah lama Hiatus

akhirnya, setelah hampir sebulan vakum kembali lagi nulis di blog ini. dan dalam waktu sebulan itu ada banyak sekali yang ingin kuceritakan, banyak banget. tapi saat itu aku mencoba menahan diri. demi pencapaian yang kuimpikan dari dulu.hasilnya?

secara keseluruhan sih bagus. nilai-nilainya seperti yang kuharapkan. tapi ada satu yang mengganjal banget. iya, mengganjal. beda dengan semester satu dulu. waktu itu, nilaiku tuntas semuanya. tapi nggak bisa dibilang nilai yang memuaskan. diatas standart dikit. aku nggak bisa bangga waktu itu. sekarang? nilai-nilainya seperti yang kuharapkan. tapi ada satu yang remedial. haha. aku nggak tau yang mana yang lebih baik, tuntas dengan nilai diatas KKM dikit-atau Nilai banyakan yang jauh diatas KKM tapi ada remedialnya.

oh iya, SMA ini aku udah komitmen untuk nggak akan nyontek atau ngopek. aku pengen ngerubah kebiasaan SMP ku. dan sekarang, walaupun nilainya nggak sebagus SMP dulu, tapi tingkat kepuasanku jauh melebihi masa SMP dulu. dan walaupun ada yang remed, rasanya aku nggak berontak. aku puas sama hasil ini.karna aku jujur, aku bener-bener tahu mana pelajaran yang aku kuasai dan nggak aku kuasai.dan coba tebak apalagi yang terjadi di masa vakumku itu?

yeah. aku mutusin buat nyoba masuk kelas inti. walaupun, kurasa itu adalah salah satu tindakan paling bodoh yang pernah kulakuin. pelajaran yang remedial itu kimia, dan aku mencoba masuk kelas unggulan IPA. hebat, kan? rasanya ini kayak tindakan nekat orang berpikiran pendek. tapi nggak gitu juga.

aku rasa, aku udah pantes buat datangin tantangan itu. ada baiknya dari sekarang, aku mulai mendatangi tantangan. supaya, kalau suatu saat tantangan itu yang mendatangi aku, aku sudah akan siap. aku pengen tahu, seberapa hebat aku diantara orang-orang pintar seperti mereka. aku tau sih, ini nggak mungkin mudah. pasti aku bakal dipaksa untuk melewati batasan-batasanku selama ini. tapi yang namanya hidup memang kayak gitu, kan? nggak akan bisa kalau kita cuma mengikuti air yang mengalir. sekali-kali, kita harus melawan arus.dan aku juga nggak bisa terus berada di zona aman. aku harus belajar hidup.aku juga pengen belajar dari mereka, cara berpikir mereka, cara mereka menghadapi orang lain. inilah caranya supaya aku bisa selangkah lebih dekat ke impianku.

sekarang, kalau aku udah berusaha, aku tinggal menunggu keajaiban dari Tuhan. mudah-mudahan tuhan sudi memberikan sedikit keajaibannya kepadaku.
Penasaran? Lanjut.. »»  

Rabu, 08 Mei 2013

Sang Jendral

 "hunuskan pedang itu" perintah raja
dia terdiam, tak mampu mengucap sepatah katapun. tubuhnya bergetar, tangannya dingin. dia sadar, dia tidak bisa melakukan itu.
"hunuskan pedang itu, jendral. tidak dengarkah kau?" sang raja mulai naik darah.
perlahan dia menggenggam pedang itu. dilihatnya betapa tajamnya pedang itu. dicobanya mengangkat benda itu perlahan. tidak bergerak. di cobanya sekali lagi. berhasil. tapi dia tidak sanggup melakukan ini. tidak bisa
"HUNUSKAN PEDANG ITU ATAU AKU YANG AKAN MENGHUNUSNYA SENDIRI!" bentak sang raja.
dengan sepersekian detik, jendral itu memutuskan akan menghunuskan pedangnya. segera diangkatnya pedang itu, dan dihunuskannya ke tubuh itu.. darah segar keluar perlahan dari tubuh itu..

lalu dilihatnya orang itu. wajahnya menunjukkan keterkejutan yang amat sangat. tapi, sebelum sempat berkata-kata, ruh-nya sudah pergi meninggalkannya.

"maaf, tuan. aku tidak bisa melakukannya. orang ini belum pantas untuk mati. masih banyak yang harus dia lakukan untuk bumi ini. sedangkan tuan memang sudah saatnya untuk mati. orang-orang seperti tuan, yang menganggap sebuah nyawa itu sebagai suaatu permainan, adalah orang-orang yang celaka. tuan memang sudah sepantasnya mati. tapi aku tidak, nyawaku akan lebih dihargai dari nyawamu itu" sang jendral berkata dalam hatinya.

dan begitulah, ketika nyawa dianggap sebagai sebuah permainan.. bisa-bisa orang lain mendapat kerugian, atau kau sendiri yang akan mendapat kesengsaraan
Penasaran? Lanjut.. »»  
Tujuanku adalah menciptakan masa depan
Protected by Copyscape Web Plagiarism Finder