Senin, 04 November 2013

jadi baik? nanti aja ah

Sejujurnya, aku paling benci kalau ada orang yang bilang “udah lah, sekarang jahat dulu. Nanti aja kalo dah besar baiknya. Kalo sekarang jahat, di masa depan pasti baik. Biasanya, kalau yang baik besarnya jahat itu” aku benci kali liat orang kayak gitu. Kalau kukatakan pada mereka tentang ketidaksukaanku itu, apa yang mereka bilang? “liat aja fa kenyataannya. Liat ustadz jefri. Liat oki setiana dewi, liat tuh blablabla…” bukannya dengki, tapi kurasa mereka itu sangat sombong.. nggak menyadari kalau sewaktu-waktu mereka bisa dipanggil tiba-tiba. Tanpa peringatan. Ntah saat sedang berkendara, di sekolah, bahkan saat duduk di rumah. Ntah kapan, nyawa kita akan diambil. Pasti ada saatnya.



Jelas mereka orang yang berbeda dengan anak jahat/bandel yang akhirnya mendapatkan hidayah seperti ustadz jefri. Bedanya orang yang ngeles sama orang yang bener bandel, yang ngeles itu bukannya dia nggak ngerti cara bertaubat. Tapi dianya nggak mau. Dia tau tapi gak mau tau. Inget, tapi pura-pura lupa. Sombong, tapi sok rendah hati dan anehnya inilah yang dianut orang banyak di masa sekarang ini. pura-pura bloon tapi ternyata bloon beneran. Miris



Yang kedua, ini yang bener-bener. Mereka bukannya nggak mau taubat, tapi nggak tau caranya gimana. Kalau sudah begini, temuilah oki setiana dewi, ustadz felix siauw, dan temui juga ustadz anton medan. Dengarkan atau bacalah kisah mereka. Tidak ada mereka bermaksud menunda bertaubat. Mereka, hanya tak tau cara bertaubat.  Bukannya mereka sombong. Dan akhirnya, setelah menemukan “caranya”, mereka nggak menunda-nunda sebuah kebaikan, bukan? Mereka langsung. Langsung bertaubat. Hebat nggak itu?



Aku melihat kawan-kawanku yang bandel, rata-rata sebenarnya baik. Ingat sekali pengalaman waktu itu, beberapa bulan lalu, perpisahan kelas. Pergi ke Danau toba sekelas sebagai perpisahan. Aku lihat, hebatnya anak itu. dia bandel. Merokok. Suka kelayapan, tapi sangaaat baik. Dia bertanggung jawab rupanya orangnya. Memang sekalipun dia bandel, aku nggak pernah berpikir bahwa dia jahat. Dia baik. Dari awalpun dia baik. Tapi aku bener-bener terharu ngeliat dia bisa begitu. Sampai pas kami salah ambil penginapan, dialah yang keliling kesana kemari untuk cari penginapan baru untuk kami semua. Disitulah. Akus alut sama dia. dan aku yakin satu hal.. dia nggak akan jadi batu. Dia pasti jadi mutiara. Suatu saat nanti.



Tapi.. aku kesal ketika beberapa temanku mengatakan mereka akan menunda untuk jadi orang baik. Aku benci… benci banget bahkan hanya dengarnya. Aku yakin, orang seperti mereka kecuali Allah ngasih hidayah, Cuma sekaratlah yang bikin mereka taubat. Sama kayak cewe yang bilang “jilbabin hati dulu, baru kepala” gimana ceritanya hati yang dijilbabin sementara kepala yang aurat? Ngaco. Hati itu udah ketutupan kulit, tulang dan segala macam hal yang Allah buat untuk kita. Ga perlu di jilbabin lagi. mati dong. Ah sudah sekolah tidak nalar juga. percuma sekolah…



Ah sudahlah. Yang pasti.. jangan;ah jadi orang yang suka menunda-nunda!!

Penasaran? Lanjut.. »»  

Jumat, 01 November 2013

Kisah Sebuah Kejujuran

sampai selarut ini aku belum tidur juga. sebab apa? karna menunda-nunda mengerjakan pr. hal yang katanya lumrah bagi anak seusiaku. menunda-nunda. ahh ntahlah. yang pasti sekarang aku memikirkan kejadian seminggu terakhir ini. begitu banyak sekali hal yang ingin aku sampaikan di blog ini. semua hikmah yang aku dapat, inginnya aku tulis di blog ini. tapi akibat menunda-nunda posting, kebanyakan ide itu malah menghilang. tinggalah 2 cerita yang bertahan di otakku. lumayan, walau sangat sedikit.
cerita pertama datang dari drama korea yang belakangan ini aku tonton. agak beda dari drama korea lain. adaptasi dari manga jepang sih.cerita tentang seorang pembantu misterius yang akan melakukan apapun yang diperintahkan majikannya, sekalipun membunuh. ceritanya lumayan, sejauh ini nggak ada yang aneh-aneh. dan ini cerita remaja menurutku. tapi aku nggak bermaksud membuat spoiler atau apa. ini tentang kisah kecil di film itu.

ceritanya, Se Gyul adalah anak paling pintar di antara ke 4 anak itu. Dia mengikuti semua olimpiade, waktunya dihabiskan untuk hanya belajar, dan dapat berfikir dengan logika. pokoknya dia pinter lah. beda sama abangnya, doo gyul yang rada-rada nakal dan susah mengingat sesuatu.

tapi ke-kutu-bukuan se gyul membuat teman-temannya iri. dia akhirnya di bullying. awalnya minta kartu transport se gyul, minta dibelikan snack, sampai puncaknya yang paling tidak bisa di terima se gyul adalah dia ingin se gyul memberikan jawaban ujian untuknya. tapi se gyul tidak bisa apa-apa, dia ketakutan. dia tak pernah diajarkan untuk berbuat curang. parahnya lagi, sepatu se gyul di masukin air kotoran manusia dan tidak boleh dicuci sampai selesai ujian. parah banget nih anak. dia mengancam akan memukul se gyul 100 kali untuk setiap 1 jawaban yang salah.

karna udah gak tau harus ngapain lagi, akhirnya se gyul minta pembantunya (namanya bok nyeo)  untuk ngebunuh tu anak. bok nyeo nurutin perintahnya. tapi se gyul bukannya tenang, dia malah akhirnya menggagalkan usaha bok nyeo untuk ngebunuh anak jahat.dia dipukuli sama anak jahat akhirnya. tapi dia bilang "aku harus menghadapi ini!!". sepulangnya dia menyerah dan dia minta bok nyeo untuk mengambilkan soal ujian besok, supaya dia bisa mengerjakannya sekarang, dan dapat nilai 100 dan bisa ngasih tau si anak jahat.bok nyeo nurut aja, gampang buat dia mengambil soal ujian itu.

dan tebak apa yang terjadi besoknya? ini scene paling mengharukan. soal ujian udah bisa tau. tapi... dia punya cara yang lebih keren buat anak jahat itu. dia mau ngasih contekan, tapi dia harus bikin anak jahat itu jera, karna anak jahat tidak boleh tetap seperti itu. sekali ini se gyul memberikan jawaban yang benar, maka akan terus menerus seperti itu. anak jahat akan benar-benar menjadi orang jahat. se gyul tidak mau itu terjadi.

 itu ujian yang paling diharapkan mamanya untuk di lalui se gyul. Ujian untuk Kelas international. dan apa yang dilakukan se gyul? dia memberikan semua jawabannya ke anak jahat. tapi... salah semua!! anak jahat pun mendidih.. meledak dan segera menerjang se gyul "maksudmu apa??!! kau bercanda? ini salah semua!!" "memangnya kenapa? akupun salah semua!! lihat ini!! yaudah, 1 soal yang salah 100 pukulan, berarti, 20 soal ada 2000 pukulan.cepat pukul aku!! kau tidak bisa melakukan itu kan!! 2000 kali!!" anak jahat terdiam... "kau ini gila!!" katanya.

tapi akhirnya se gyul pulang ke rumah, dia bilang sama bok nyeo gini "aku tau ini yang paling diharapkan mamaku. tapi apa yang akan dikatakannya jika dia tau anak ini berbuat curang? lagianpun tadi aku hampir benar semua. tinggal 1 soal ini.." kata se gyul sambil tersenyum "huh... aku tidak jadi masuk kelas internasional deh" katanya.

tau apa hikmahnya? anak sepintar dia aja, yang selalu dapat 100, nggak mau curang bahkan saat dia sedang sangat terdesak. gimana dengan kita sekarang? sudah hampir matikah kita sampai kita mencontek di setiap ujian sekolah? dia, meninggalkan kelas internasional yang sangat diinginkannya karna dia tak mau temannya jadi orang jahat. dia sudah sangat berani. kita? apakah kita udah seberani itu melepaskan hal yang paling kita inginkan demi kejujuran?


hah. intropeksi diri. berhubung udah jam 12.00, ceritanya kusambung besok ya. sudah ngantuk mata ini...


sumber gambar
Penasaran? Lanjut.. »»  

Langit Tak Mau Turun-Kisah Pendek


Anak itu menatap ke langit lalu tertawa keras-keras. tiba-tiba ujung matanya terasa panas. Satu-dua bulir airmata mulai jatuh. Lambat laun makin deras, akhirnya anak itu tak bisa tahan lagi. menangis sekeras-kerasnya. Menangisi hidupnya menangisi nasib sialnya.



Langit tak mau turun, katanya mengeluh. Dalam imajinya, jika langit itu turun mungkin ia bisa naik ke atas dan mungkin di atas sana dia bisa menemukan banyak uang untuk membantu mamaknya- dan tentu, membayar uang sekolahnya. Di desa ini, dimana mau beli buku? Buku hanya ada di sekolah. Dia harus sekolah. Untuk bisa dapat buku-buku itu.  dia harus sekolah!!



Lalu dilihatnya langit perlahan berkumpul, membentuk sebuah koloni besar yang memunculkan warna hitam-pekat. “Aduh, langit marah” gumamnya. Berlarilah ia pulang kerumah, sambil berharap langit benar-benar akan menyingkirkan egonya dan mau singgah ke rumah mungilnya. Memberikan beberapa receh untuk dia dan mamaknya-


sumber gambar
Penasaran? Lanjut.. »»  
Tujuanku adalah menciptakan masa depan
Protected by Copyscape Web Plagiarism Finder