Sejujurnya, aku paling benci kalau ada orang yang
bilang “udah lah, sekarang jahat dulu. Nanti aja kalo dah besar baiknya. Kalo sekarang
jahat, di masa depan pasti baik. Biasanya, kalau yang baik besarnya jahat itu”
aku benci kali liat orang kayak gitu. Kalau kukatakan pada mereka tentang
ketidaksukaanku itu, apa yang mereka bilang? “liat aja fa kenyataannya. Liat ustadz
jefri. Liat oki setiana dewi, liat tuh blablabla…” bukannya dengki, tapi kurasa
mereka itu sangat sombong.. nggak menyadari kalau sewaktu-waktu mereka bisa
dipanggil tiba-tiba. Tanpa peringatan. Ntah saat sedang berkendara, di sekolah,
bahkan saat duduk di rumah. Ntah kapan, nyawa kita akan diambil. Pasti ada
saatnya.
Penasaran? Lanjut..
»»
Jelas mereka orang yang berbeda dengan anak
jahat/bandel yang akhirnya mendapatkan hidayah seperti ustadz jefri. Bedanya orang
yang ngeles sama orang yang bener bandel, yang ngeles itu bukannya dia nggak
ngerti cara bertaubat. Tapi dianya nggak mau. Dia tau tapi gak mau tau. Inget,
tapi pura-pura lupa. Sombong, tapi sok rendah hati dan anehnya inilah yang
dianut orang banyak di masa sekarang ini. pura-pura bloon tapi ternyata bloon
beneran. Miris
Yang kedua, ini yang bener-bener. Mereka bukannya
nggak mau taubat, tapi nggak tau caranya gimana. Kalau sudah begini, temuilah
oki setiana dewi, ustadz felix siauw, dan temui juga ustadz anton medan. Dengarkan
atau bacalah kisah mereka. Tidak ada mereka bermaksud menunda bertaubat. Mereka,
hanya tak tau cara bertaubat. Bukannya mereka
sombong. Dan akhirnya, setelah menemukan “caranya”, mereka nggak menunda-nunda
sebuah kebaikan, bukan? Mereka langsung. Langsung bertaubat. Hebat nggak itu?
Aku melihat kawan-kawanku yang bandel, rata-rata
sebenarnya baik. Ingat sekali pengalaman waktu itu, beberapa bulan lalu,
perpisahan kelas. Pergi ke Danau toba sekelas sebagai perpisahan. Aku lihat,
hebatnya anak itu. dia bandel. Merokok. Suka kelayapan, tapi sangaaat baik. Dia
bertanggung jawab rupanya orangnya. Memang sekalipun dia bandel, aku nggak
pernah berpikir bahwa dia jahat. Dia baik. Dari awalpun dia baik. Tapi aku
bener-bener terharu ngeliat dia bisa begitu. Sampai pas kami salah ambil
penginapan, dialah yang keliling kesana kemari untuk cari penginapan baru untuk
kami semua. Disitulah. Akus alut sama dia. dan aku yakin satu hal.. dia nggak
akan jadi batu. Dia pasti jadi mutiara. Suatu saat nanti.
Tapi.. aku kesal ketika beberapa temanku mengatakan
mereka akan menunda untuk jadi orang baik. Aku benci… benci banget bahkan hanya
dengarnya. Aku yakin, orang seperti mereka kecuali Allah ngasih hidayah, Cuma sekaratlah
yang bikin mereka taubat. Sama kayak cewe yang bilang “jilbabin hati dulu, baru
kepala” gimana ceritanya hati yang dijilbabin sementara kepala yang aurat? Ngaco.
Hati itu udah ketutupan kulit, tulang dan segala macam hal yang Allah buat
untuk kita. Ga perlu di jilbabin lagi. mati dong. Ah sudah sekolah tidak nalar
juga. percuma sekolah…
Ah sudahlah. Yang pasti.. jangan;ah jadi orang yang
suka menunda-nunda!!