Sabtu, 02 Februari 2013

Pantaskah Kita Mengeluh?

malam itu aku sedang berada di sebuah restoran. aku dengan keluargaku makan di restoran itu, dalam rangka refreshing.kami memesan ayam goreng dan nasi hangat. aku makan banyak sekali saat itu. selesai makan, kami memutuskan untuk pulang.kami pulang agak larut waktu itu. sudah sangat sedikit orang yang berkendara.kami sampai di dekat lampu merah. tiba-tiba aku melihat sesuatu di pinggir jalan. sesuatu yang tiba-tiba menyesakkan dadaku.

terlihat olehku, seorang anak kecil sedang bersiap untuk memasang koran-koran sebagai alas tidurnya. ya, anak itu akan tidur di pinggir jalan. aku tertegun melihat anak itu. lantas kemudian aku berpikir.sudahkah anak itu makan? dimana orang tuanya? bagaimana dia bisa makan selama ini? bagaimana caranya bertahan-setiap malam tidur di tempat seperti itu, yang gelap,dingin, dan bagaimana dengan orang-orang jahat? bagaimana anak itu sanggup menghadapi semua itu?

lalu aku berpikir kembali,bagaimana kehidupanku selama ini.aku tinggal di sebuah rumah yang cukup besar.aku punya kamar dengan tempat tidur yang nyaman,di tambah AC dan sebuah selimut tebal.aku selalu makan 3 kali sehari.aku juga diberi makanan sampingan seperti susu, keju, roti,dan semua makanan yang membantu otakku bekerja. aku, berumur 15 tahun sekarang.berapa banyak uang yang telah aku buang dalam sehari?

tiba-tiba aku jadi malu sekali. anak-anak jalanan itu.. mereka bertahan melawan kerasnya hidup ini. berjuang untuk sesuap nasi. sementara aku? aku hanya pengeluh bodoh yang 'melempem' cuma gara-gara hal sepele yang gak akan buat aku mati. aku suka mengeluh, mengeluhkan hal kecil seperti jika mama salah membelikan baju untukku, atau mengeluh karna kawanku begitu sering meminjam barang-barangku. kalau mereka lemah, aku harus dinamakan apa lagi?

ironis memang. disaat kita sedang makan enak dengan lauk hangat di meja makan, dan kita mengeluhkan sesuatu dari makanan itu.disaat itu juga, ada berjuta-juta-bahkan beratus-ratus juta orang yang mengkhayalkan untuk merasakan sesuap nasi saja saat itu.

disaat kita sedang mengeluhkan tempat tidur kita yang tidak empuk lagi, ada beratus juta orang yang sedang menyiapkan alas korannya untuk tidur di malam hari, di pinggir jalan.

disaat kita sedang mengeluhkan sikap dari seorang keluarga kita, ada beratus juta orang yang INGIN punya keluarga seperti kita.

disaat kita sedang melupakan keluarga kita, pergi dan pulang lama, lebih suka berfoya-foya menghabiskan uang bersama teman-teman kita, ada beratus juta orang di detik yang sama yang menyesal tidak menghabiskan waktu lebih lama dengan keluarganya dan sekarang mereka telah tiada. ada juga anak yang berharap bisa mendapat sedikit orang untuk mengganti bajunya yang sudah tidak layak pakai.

pantaskah kita mengeluh? pantaskah kita merasa hidup kita tak adil?

ada baiknya mulai sekarang, kita harus mulai intropeksi diri, dan sebelum kita mengeluh, ingatlah orang-orang itu.orang-orang yang tidak beruntung itu. lantas tersenyumlah. tersenyumlah dan syukuri nikmat tuhan yang ada padamu. hirup udara yang diberikan tuhan. itu merupakan kekuatan dari tuhan. kekuatan yang diberikan tuhan untuk kita semua.mari sama-sama kita gunakan kekuatan itu untuk membuat semangat positif di dalam hidup kita :D

Penasaran? Lanjut.. »»  

ADRIAN


Anak itu diam, menatap kami sambil sesekali tersenyum. Sore itu kami sedang mencabut rumput halaman. Aku, kakakku, mamaku, dan paman-ku (kami memanggilnya sesuai dengan bahasa melayu, wak yong). Kami asyik bercerita sampai tidak mengetahui keadaan sekitar, dan tiba-tiba anak itu masuk dan membantu kami mencabuti rumput. Dia, mencabut rumput dengan berbagai gaya, yang sebenarnya tidak terlalu membantu. Tapi cukup lucu melihat caranya mencabut rumput itu.
Aku baru tahu, dia adalah anak tetanggaku. Aku memang kurang akrab dengan para tetanggaku. Baru kuketahui juga, dia merupakan anak angkat dari pembantuku. Ayah dan ibunya meninggalkan dia sejak kecil. Anak dengan umur kira-kira 4 tahun. Dia anak yang sangat sering berdiam diri di depan pagar rumah kami, setiap kali ayah pulang dengan mobil, dia selalu berlari dari rumahnya. Dia melihat ayah memarkir  mobilnya sampai ke garasi.
“makan bakso aahhh..” tiba-tiba anak itu bangkit. Tapi dia diam. Dia terus tersenyum.
“oh iya? Mau makan bakso? Yaudah.dek ambilkan dulu uang 1000 di kamar mama.kasikan sama dia.” Kata mamaku kepadaku,
“iya ma” aku pun masuk ke dalam rumahku, mengambil Rp.1000 rupiah, dan kemudian keluar dan memberikan kepadanya.
“yeeeee…!!” katanya, kali ini tertawa.dia langsung lari keluar dari celah pagar rumahku. Dia kelihatan bahagia sekali dengan uang Rp.1000 rupiah itu.ya ampun, aku selama ini selalu meremehkan uang itu. Aku nggak menganggap uang itu terlalu berharga. Tapi anak itu-sangat berbeda. Dia tersenyum senang, berlari-lari menuju tukang bakso yang ada di depan rumahku, dan membelinya. Dia makan dengan lahap. Itu pemandangan yang membuat tenggorokanku tercekat. Anak itu.. aku gak tau lagi harus berkata apa.

Selesai makan, dia kembali memasuki pagar rumahku lewat celah-celahnya.dia duduk di pinggir taman kami, melihat kami dengan seksama.

“satu..dua..tiga..empat..lima.. enam..tujuh..lapan.. Sembilan.ehh kok Cuma Sembilan??” katanya sambil tertawa. Dia menghitung jarinya kembali “satu..dua…tiga..empat..lima…enam..tujuh..lapan.betol kan kak?” katanya. Aku tersenyum melihat tingkahnya itu

“10 jarinya. Coba itung bener-bener lagi” kataku
“satu..dua..tiga..empat..lima..enam..tujuh..lapan..sembilan..sepuluh…sebelas..dua belas..enam be..”
“ehh kok enam belas? Tiga belas!” kata mamaku tiba-tiba
“eh iya bu? Salah ya buk hehehee”
“namanya siapa?” kata wak yong,
“hehehehehehehhe” dia tertawa lagi
“ehh namanya siapa??” kata kakakku
“risky kak..hehehehhe”
“nggak. kata si epa bukan itu namamu. Siapa namamu? Ada si epa bilang tapi ibu lupa”
“hehehe…adriaaan” 
“oooh adriaan” kataku dan kakakku bersamaan.
Setelah itu, wak yong memutuskan untuk mencuci kereta. Adrian, masih mencabuti rumput kami dengan berbagai gaya.  Walaupun tidak cukup membantu tapi cukup menghibur di tengah kesibukanku hari ini.
“dek belikkan dulu sapu ya. Uangnya punya adek dulu.”
Aku pun memasuki rumahku, Adrian mengikuti. Jujur, aku agak khawatir saat itu. Takut dia merusak barang. Tapi dia hanya melihat, dan sekali lagi, sambil tersenyum.hatiku terenyuh kembali.ya.. hidup anak ini berat, tapi dia belum menyadari itu. Aku cukup bangga dengan Adrian.dia cukup sopan, selalu tersenyum dan mudah akrab.
“itu dia mobilnya! Mobil hitam. Mobil merahnya kemana kak?”
“di bawa uwak kerja”
“ohh hehehehe” katanya masih dengan tawaan.
Aku keluar dari rumah, membeli sapu lidi dan menyerahkannya ke mama. Setelah itu aku duduk di depan teras rumahku, memakan beberapa gorengan yang kami beli. Aku lihat lagi Adrian. Kali ini dia sedang membantu wak-yong mencuci keretanya. Dia terlihat sangat bersemangat. Memutar-mutar ban kereta wak yong.
“dengarkan aku…” tiba-tiba mama menyanyikan lagu peterpan-separuh aku
“DENGARKAN AKUUUUU…” Adrian mengulangi nyanyian mama, tapi dengan suara lebih keras. Kami tertawa tebahak-bahak melihat itu. Anak ini memang sungguh lucu, pikirku. Mama dikalahkan oleh anak kecil. Dan belum cukup itu saja, tiba-tiba dia menyeletuk “WAK YON…WAK YOON…” ntah apa yang dibicarakannya dengan wak yong. Yang pasti kami tertawa keras setelah itu. Lucu sekali melihat dia begitu.
                                     
Masih ada banyak kelucuan yang dibuat anak itu, tapi bukan saja kelucuan.aku juga mendapat banyak hikmah dan pelajaran berharga dari sebuah cerita kecil ini. Anak itu mengajariku untuk lebih menghargai hidup. anak itu juga mengajariku untuk bekerja keras. Sekarang aku bakal berusaha untuk jadi orang yang lebih baik lagi. J


Penasaran? Lanjut.. »»  

Sabtu, 26 Januari 2013

New Face in 2013

assalammualaikum.

akhirnya gue mengakhiri masa hiatus beberapa minggu. kayaknya gue sering banget ya hiatus? abisnya.niat buat nulisnya naik turun. ini nulisnya pun masih bingung sebenarnya mau nulis apa. jadi kembali ke curhat lagi kan? hahaha.

lebih baik seputar penggantian template gue aja yak. gue punya beberapa alasan yang kuat yang bikin gue jadi gak betah sama nama dan judul blog gue dulunya.yang pertama itu, nama blog gue yang dulu berasa berlebihan walaupun banyak artinya. "mrkyuara life kingdom tm"  itu kepanjangan. jadi gue bersemedi bermminggu-minggu untuk nyari nama blog baru yang berkah dan bagus. 1 kata yang mewakili segalanya. perjalanan untuk mendapatkan kata ini gak mudah, loh.

pertama gue mau bikin namanya jadi "mrkyuara life" aja. ttapi itu masih berasa berlebihan. belakangan ini, gue nggak terlalu suka lagi buat image lain dari diri gue.pengennya itu ya, gue jadi apa-adanya aja. dan gue lebih suka nama asli gue.walaupun sederhana tapi maknanya dalem banget loh. ULFAH OKTARIDA SIHALOHO. gue udah pernah nge-posting tentang ini. ULFAH- harus  pake H di akhirnya karna kalo ga pake H namanya ga bakal ada  arti. kalo ULFAH itu artinya Pemberani.bahasa arab. wuiih.. canggih kan nama gue? ternyata nama gue itu pas banget mewakili semua perasaan gue tentang hidup  gue dan juga blog ini. gue pengen jadi pemberani.orang yang mampu menginspirasi orang-oranng di sekitarnya untuk berani juga, sepperti dia. nama gue ini memang top cer banget deh.

yang kedua, OKTARIDA. okta-oktober. rida-nama bidan gue. karna gue dulu susah dilahirin, dan bidan itu khawatir banget sama gue sampe  dia terus doa dan ngerjain sholat-sholat sunnah.akhirnya gue lahir dalam keadaan sungsang. kaki diluan keluarnya.yah itu sedikit sejarah nama gue. ada hubungannya loh sama nama blog ini.

 karna makna yang dalem banget dari nama gue itu. jadinya gue pengen buat nama blog gue ini jadi "ulfah oktarida's blog". gue dah hampir setuju banget sama nama yang satu ini. gue udah ngerencanain buat maskot blog, vector perempuan yang pake jilbab, seperti yang biasa gue buat. dan dengan nama fansnya "UFO".

UFO itu julukan yang gue dapet waktu SMP.UFO itu kepanjangan dari Ulfah Lovers.jangan ketawa ya -_-. gue ngerasa nama itu keren banget. sampe belakangan gue sadar, kalo UFO itu bisa juga mewakili nama gue bahkan secara lengkap. dan orang ppasti bakal inget nama gue kalo mereka ngucapin "UFO".  UlFah Oktarida Sihaloho. untuk marga, karna marga gue juga mempunyai huruf "O" jadi bisa diwakili sama huruf O yang ada di bacaan "UFO". ribet ya kalimatnya? yah begitulah -____-

tapi gue belum yakin mau buat nama itu. gue coba populerin kata "UFO" sama temen-temen gue. hasilnya? gue malah dipanggil ufo. sesuai katanya sama kepribadian gue yang nggak manusia banget. ckckck. yang pasti gue kali ini udah nemuin satu kata yang mewakili semuanya.tinggal masalah desainnya sekarang. ajaibnya waktu itu gue langsung terbayang ada gambar piring terbang dengan bacaan "UFO" di depannya yang akhirnya jadi header gue.

dan entah kenapa gue jadi mikirin maskot  para ufo aneh yang ada di latar background blog gue. itu munculnya tiba-tiba loh.pas gue buka potoshop. berbekal sedikit iseng-iseng, akhirnya jadilah 3 maskot aneh bin ajaib ini:



mereka aliens, bukan dari planet luar, tapi dari bumi sendiri. begini ceritanya. awalnya bumi itu indaaah banget. tanah, air, pohon, udara, hewan-hewan,  semuanya hidup seimbang diatas bumi. mereka saling melengkapi dan saling berbagi. di masa itu, hanya ada sedikit manusia di Bumi. dan mereka manusia-manusia yang baik. semuanya menghormati hak masing-masing pihak. 

mereka dipimpin oleh raja harimau. raja harimau adalah raja yang sangat bijaksana.dia dihormati oleh semua pohon,para makhluk air, dan makhluk di udara.

hari demi hari pun berlalu. raja harimau semakin tua dan lemah. dia mulai berpikir untuk mencari raja pengganti di bumia. raja harimau mengusulkan manusia untuk menjadi raja penerusnya. tapi rakyat kebanyakan tidak setuju. manusia memang kuat, tapi manusia tidak bijaksana. mereka ingin raja lain. tapi Raja Harimau bersikeras dan akhirnya rakyat pun mengalah. jadilah Manusia menjadi Raja di bumi.

manusia generasi pertama memerintah dengan sangat bijaksana sehingga rakyat-rakyatnya menjadi sejahtera. bahkan manusia membuat udara dan air menjadi sangat berlimpah.  manusia tau bagaimana cara mengelola semuanya. jadi saat generasi kedua, rakyat pun memilih manusia lagi.

tapi seiring waktu berjalan manusia mulai bertambah banyak, dan manusia mulai tidak menghormati rakyat-rakyat lagi. mereka mulai membunuh hewan-hewan, memotong  tumbuhan, mereka mengambil semuanya. kepercayaan rakyat pun mulai luntur. rakyat akhirnya mengambil keputusan. mereka tidak boleh punah. mereka harus tetap hidup. rakyat mengeluarkan satu warisan Raja Harimau, yang hanya boleh dipakai disaat yang paling genting. sebuah pesawat yang dibuat oleh manusia generasi pertama.

rakyat memilih garyta,trey dan lien untuk misi yang satu ini. 

---> sampe sini udah bingung mau ngelanjutin ceritanya gimana. udah deh sampe sini dulu, nanti gue lanjutin. hahah. dadah!


Penasaran? Lanjut.. »»  
Tujuanku adalah menciptakan masa depan
Protected by Copyscape Web Plagiarism Finder